• Minggu, 5 Desember 2021

Desember 2021, Jembatan Kali Cibeet yang Mengubungkan Bojongmangu-Karawang Rampung

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:15 WIB
Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan memantau pembangunan Jembatan Kali Cibeet di wilayah Bojongmangu. Rencananya jembatan ini rampung di akhir Desember 2021. (Ewwy Widiansyah/Wahyu Saputra)
Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan memantau pembangunan Jembatan Kali Cibeet di wilayah Bojongmangu. Rencananya jembatan ini rampung di akhir Desember 2021. (Ewwy Widiansyah/Wahyu Saputra)

HarianSederhana.com, KABUPATEN BEKASI - Pembangunan Jembatan Kali Cibeet yang menghubungkan wilayah Bojongmangu dengan Karawang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2021.

Hal itu diungkapkan Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan saat dikonfirmasi selepas sehari sebelumnya meninjau lokasi Jembatan Kali Cibeet di Kampung Rantopanjang, Desa Bojongmangu.

"Jembatan Kali Cibeet penghubung Bekasi-Karawang yang ada di daerah Kecamatan Bojongmangu ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga di kedua daerah," tutur Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan kepada wartawan, Kamis (14/10).

Dani Ramdan menerangkan, keberadaan Jembatan Kali Cibeet yang mempertemukan Bojongmangu dengan Karawang Selatan dapat menaikkan perekonomian. Pasalnya, selain dapat meningkatkan interaksi masyarakat juga memperlancar akses jalan bagi para pekerja di kedua wilayah.

Baca Juga: Festival Kuliner Kabupaten Bekasi, Dukungan Pemerintah Daerah Bangkitkan UMKM

"Kami lihat di sini (Bojongmangu) juga berdiri pabrik semen, karena akses ke pabrik sekarang terlalu jauh, padahal itu ada di wilayah Kecamatan Bojongmangu. Dengan terbangunnya jembatan ini bisa mempermudah akses jalan untuk tenaga kerja yang dari Bekasi," ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi, Iwan Ridwan mengatakan, pembangunan Jembatan Bojongmangu-Karawang dianggarkan sebesar Rp 30 miliar yang sumber dananya berasal dari bantuan Pemprov Jawa Barat.

"Untuk pagu anggaran jembatannya sebesar Rp 29,4 miliar. Tapi untuk tender atau kontraknya sendiri sebesar Rp 27 miliar. Sisa Rp 600 juta itu untuk konsultan, perencana dan pengawasan," ujarnya.

Iwan menambahkan, untuk menunjang akses jalan menuju jembatan, tahun depan pihaknya akan meminta pengadaan lahan ke Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan.

Halaman:

Editor: Wahyu Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X