• Minggu, 2 Oktober 2022

Soal Outing Class Tidak Puas, DPRD Bekasi Bukan Alat Pemuas

- Senin, 3 Februari 2020 | 09:35 WIB
Rudy Heryansyah
Rudy Heryansyah

Harian Sederhana, Bekasi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, bukanlah alat pemuas. Jadi wajar, jika ada pihak yang tidak puas.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komisi IV DPRD setempat, Rudy Heryansyah menanggapi tudingan Komisi IV gagal temukan obyektifitas pelanggaran Outing Class SMP Negeri 1 Kota Bekasi.

Menurut Rudy, pihaknya sudah melakukan pemanggilan para pihak yang terkait dengan polemik outing class SMP Negeri 1.

Dalam pemanggilan sudah jelas permasalahannya. Bahkan sudah diselesaikan.

"Jadi kalau memang ada pihak yang tidak "puas" dengan hal tersebut, ya wajar-wajar saja karena DPRD bukanlah alat pemuas," ulangnya menegaskan.

Dikatakan, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) DPRD, sebagai controling dan pengawasan sudah dilaksanakan dengan memanggil para pihak terkait, dalam hal ini kepala sekolah, komite sekolah, pihak Travel dan orang tua murid. Bahkan Inspektorat dalam hal audit kegiatan.

"Kita kumpulkan mereka dalam suatu ruangan untuk duduk bareng dan mengetahui letak permasalahan yang sebenarnya. Tidak itu saja, kita (Komisi IV) juga meminta Inspektorat untuk membuka hasil auditnya, dan selesai," tuturnya.

Rudy menambahkan, Komisi IV juga punya catatan atas pertemuan tersebut. Selesainya pun saling berjabatan tangan. Sehingga kata dia, pihaknya beranggapan harusnya tidak ada lagi permasalahan terkait hal itu.

Lebih jauh politisi Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, tidak benar jika dikatakan rapat yang dilakukan di ruang Komisi IV belum lama ini, dengan para pihak terkait, tertutup untuk media.

Karena sambung dia, salam kegiatan itu, ada awak media yang masuk. Hanya saja, ruangan yang kecil menyebabkan yang dapat masuk terbatas.

"Selama ini kami dan media gak punya batas. Sebab kami menganggap media adalah merupakan mitra kami. Kawan-kawan media sering datang untuk meliput ke Komisi. Bahkan ruang fraksi. Tidak ada yang tertutupi, dan kami juga transparan kepada media. Jadi gak benar itu media dilarang meliput," imbuhnya.

Rudy menambahkan, Komisi IV berencana kembali melakukan pememanggilan kembali pihak sekolah.

Itu guna mengklarifikasi terkait kegiatan serupa, bagi kelas 9 yang juga melakukan outing. Pemanggilan salam waktu dekat.

"Saya sarankan agar para orang-tua siswa yang mempunyai masalah maupun saran terkait dunia pendidikan, silahkan datang ke komisi. Insya Allah semampunya kami akan menjadi jembatan komunikasi bagi para pihak," pungkas Rudy Heryansah, Jumat (31/1).

Seperti diketahui, Humas Komite Sekolah SMPN 1 Kota Bekasi, Intan Sari Geny menegaskan kasus dugaan pungli cashback Outing Class kelas VIII di sekolah tersebut, bukan kasus pribadi-pribadi. Namun lebih kepada adanya dugaan penyimpangan, yakni menjadikan program tersebut sebagai 'ladang' bisnis yang memberatkan orang tua siswa.

"Mereka (Komisi IV) tersandera oleh kepentingan Ketua Komisi nya dalam membela Kepsek SMPN 1 Kota Bekasi. Jadi gagal mengurai masalah secara objektif. Saya nyatakan ini bukan kasus person to person. Jadi kalau hasil pertemuan di Komisi IV DPRD Kota Bekasi Jumat (25/1/2020) lalu kami menolak statmen Ketua Komisi IV untuk maaf-maaf an," ucap wanita yang juga aktifis LSM Indonesian Figth Coruption, Kamis (30/1).

Intan menyebut, pihak Kepsek melakukan kebohongan soal uang cashback outing class untuk renovasi sekolah. Pasalnya, kata dia, orang tua siswa sudah jauh hari dimintakan sumbangan untuk renovasi WC sekolah. (*)

Editor: Slamet

Terkini

Kinerja Satpol PP Kabupaten Bekasi Diapresiasi

Senin, 14 Maret 2022 | 18:13 WIB

Anggota BPD Bekasi Terlindungi Program BPJAMSOSTEK

Jumat, 11 Maret 2022 | 11:13 WIB

Sidang Sengketa Pilwabup Bekasi Kembali Digelar

Kamis, 10 Maret 2022 | 05:45 WIB

Senin, Kabupaten Bekasi Gelar PTM

Minggu, 6 Maret 2022 | 20:08 WIB

Terpopuler

X