• Minggu, 2 Oktober 2022

Ngeri! Angka Tembus 288 Kasus, Kota Bogor Siaga DBD

- Rabu, 3 November 2021 | 20:43 WIB
ilustrasi DBD (Harian Sederhana)
ilustrasi DBD (Harian Sederhana)



HarianSederhana.com, Bogor - Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor terus meningkat. Berdasarakan data yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam waktu sepuluh bulan, jumlah penderita mencapai 288 kasus dari enam wilayah kecamatan.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan jumlah mulai periode Januari hingga 26 Oktober 2021 keseluruhan ada 288 kasus DBD.

“Oktober ada kenaikan jumlah kasus dibanding pada September lalu. Tercatat untuk Oktober ada 38 kasus, sedangkan pada September hanya 23 kasus DBD,” ungkapnya.

Baca Juga: DBD di Kota Bogor Meningkat, Devie Prihartini Sultani Minta Masyarakat Waspada

Meski begitu, katanya lagi, kedua jumlah kasus ini pun masih terhitung lebih sedikit ketimbang April yang tembus 51 pasien DBD.

Untuk itu, pihaknya mengimbau aparatur wilayah agar melakukan kewaspadaan secara dini dalam mencegah terjadinya peningkatan kasus DBD di masyarakat.

Sejumlah langkah bisa dilakukan dalam mengantisipasi DBD, diantaranya meningkatkan upaya PSN melalui kegiatan menguras dan menutup bak air.

Baca Juga: Bima Arya Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Peduli Literasi dari Bogor

Selain itu lanjut dia, juga menyingkirkan atau mendaur ulang barang-barang yang dapat menampung air hujan, plus mencegah gigitan nyamuk (selanjutnya disebut 3M plus) di wilayah kerjanya.

"Ya, meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian vektor nyamuk Aedes Aegypti sesuai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri 1 satu minggu sekali," kata Rento.

Selain itu, juga penting meningkatkan surveilans kasus dan surveilan faktor resiko terhadap kejadian KLB, diantaranya melalui Pemantauan Jentik Berkala (PJB) dan mengaktifkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Baca Juga: Pelantikan Pengurus KNPI Kota Bogor Periode 2021-2024, Ini Harapan buat Pemuda
 
Aparatur wilayah diharapkan, mengaktifkan kembali Kelompok Kerja Operasional Penanggulangan DBD (Pokjanal DBD) pada berbagai tingkatan RT/RW, Desa/Kelurahan dan Kecamatan.

Setelah itu, menggerakkan penerapan PSN pada 7 (tujuh) tatanan, meliputi tatanan pemukiman, tempat kerja, tempat pengelolaan makanan, sarana kesehatan, institusi pendidikan, tempat umum dan sarana olahraga.

Selain itu dia juga mengatakan, bahwa pengasapan (fogging) menggunakan insektisida hanya mampu membunuh nyamuk dewasa saja dan dapat membahayakan kondisi kesehatan manusia. Sehingga disarankan tidak dilakukan secara rutin dan bukan strategi utama dalam pencegahan DBD.

Baca Juga: Puluhan Pasutri Bogor Ikuti Itsbat Nikah Massal KWB

Kemudian, melaporkan Kasus DBD secara berjenjang dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kota. Terakhir, upaya-upaya tersebut diatas dengan tetap menerapkan Prokes.

“Kami imbau agar seluruh aparatur wilayah untuk terus mensosialisasikan secara massal dan berkelanjutan langkah-langkah yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta peran aktif masyarakat dalam membasmi jentik nyamuk dengan cara 3M plus. Mengingat di musim hujan saat ini potensi terjadi genangan sangat besar.

Baca Juga: Flasback Pandemi Covid-19, PFI Bogor Gelar Pameran Bertajuk Rekam Wabah

“Warga harus mengontrol sudut-sudut rumah tinggal dan jangan sampai ada benda-benda yang justru dapat dijadikan sarang nyamuk berkembang biak,” jelas Dedie.

Di tempat berbeda, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto meminta kepada Pemkot Bogor untuk fokus melakukan langkah antisipasi dan penanggulangan DBD di Kota Bogor.

"Apalagi saat ini Kota Bogor memasuki musim penghujan. Jadi saya minta dinas terkait untuk fokus dalam menangani kasus DBD di Kota Bogor," ujarnya.

Baca Juga: 49 Bus Kota Trans Pakuan Siap Mengaspal, Bima Arya Ganti 147 Angkot

Baik pemerintah daerah melalui dinas, hingga wilayah melalui kecamatan dan kelurahan, Atang meminta agar semua ikut ambil bagian dalam langkah pencegahan penyebaran DBD.

Atang juga meminta Dinas Kesehatan Kota Bogor agar lebih aware memberi imbauan kepada puskesmas-puskesmas dan kelurahan-kelurahan untuk melakukan tindakan antisipasi yang sama.

"Sehingga tidak perlu menunggu harus ada korban-korban berjatuhan dulu baru mau turun ke masyarakat," tandas Politisi PKS itu.***(Asep Supriyanto)


Editor: Heru Sasongko

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MWC NU-Satkoryon Banser Bagikan Takjil di Cibinong

Sabtu, 30 April 2022 | 14:57 WIB

Mabigus SDN Bangka 3 dan SDN Otista Dikukuhkan

Sabtu, 23 April 2022 | 05:15 WIB

Ade Yasin Lantik 1.324 Guru Honor menjadi PPPK

Kamis, 21 April 2022 | 05:22 WIB

MI Nurul Anwar Caringin Ambruk

Senin, 18 April 2022 | 10:20 WIB

Pemkab Bogor Siapkan Pembangunan SMPN 3 Kemang

Senin, 18 April 2022 | 10:07 WIB

Bima Arya Apresiasi Gerakan Kolekte Sampah

Minggu, 6 Maret 2022 | 19:24 WIB

Tujuh Langkah Penataan Simpang Ciawi

Minggu, 6 Maret 2022 | 17:50 WIB

Kabupaten Bogor Pilot Project Jabar Optimis Juara

Minggu, 27 Februari 2022 | 20:01 WIB

Kota Bogor Siap Jadi Tuan Rumah Festival HAM 2022

Kamis, 24 Februari 2022 | 23:33 WIB

Terpopuler

X