• Sabtu, 13 Agustus 2022

Lindungi Masyarakat dari Rentenir dan Pinjaman Online, DPRD Kota Bogor Siapkan Raperda

- Selasa, 22 Februari 2022 | 14:59 WIB
Gedung DPRD Kota Bogor.  (Instagram/@dprd_kotabogor)
Gedung DPRD Kota Bogor. (Instagram/@dprd_kotabogor)


HarianSederhana.com, Bogor - Banyaknya warga Kota Bogor yang menjadi korban rentenir hingga pinjaman online (pinjol) menjadi perhatian khusus, sehingga DPRD Kota Bogor mengusulkan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi masyarakat dari rentenir.

Sekretaris Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menyampaikan pihaknya telah menyusun 11 rancangan peraturan daerah (Reperda) untuk tahun 2022.

Namun dari 11 raperda yang disusun, ada tiga raperda yang menjadi fokus utama, yaitu Raperda tentang Rentenir, Pinjaman Online, dan Koperasi Liar.

Baca Juga: Update Kasus Covid-19 di Kota Depok Per 21: Bertambah 1.001 Kasus Konfirmasi Positif

Raperda tersebut lanjut Politisi PKS itu, akan mengatur tentang Pedoman Indentifikasi, Investasi Dan Perlindungan Barang Milik Daerah (Aset) dan Perda tentang Kebudayaan Sunda.

"Jadi sebetulnya raperda ini untuk melindungi masyarakat," kata Endah Purwanti, Senin 21 Februari 2022.

Untuk Perda rentenir, pinjaman online dan koperasi liar, kata Endah dibuat dari keresahan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga: Perangi PKL dan Parkir Liar, Pemkot Bogor Bangun Jalur Sepeda

"Jadi kita targetkan melindungi masyarakat dari dampak pinjaman online, bank keliling, koperasi liar, dan rentenir," kata Endah yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor.

Akan tetapi, lanjut Endah, dasarnya UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE sama peraturan Otoritas Jasa Keuangan Tahun 206 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Melalui Teknologi.

"Untuk sanksi belum sampai ke sana, kan pembahasan raperda ya juga belum dibahas. Kita baru tahap pembahasan dan konsultasi dengan provinsi terkait dengan konten judul.

Baca Juga: Lirik Lagu Aku Memang Jodohnya- Nabila Maharani

Setelah judul, masih kata Endah, baru pembuatan naskah akademik (NA), dari NA baru pembahasan drafting.

"Drafting ini kan kita kuatkan harapannya dari segi pembahasan awal di Bapemraperda ada penguatan terkait perlindungan itu (Raperda tentang Rentenir, Pinjaman Online dan Koperasi Liar)," lanjutnya.

"Jadi kalau terkait dengan sejauh mana dendanya ini harus disandingkan dengan UUD yang ada. Karena raperda ini tidak boleh menambah. Nah ini yang masih di kosultasikan ke bagian provinsi," tutupnya.***(Asep Supriyanto)





Editor: Heru Sasongko

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MWC NU-Satkoryon Banser Bagikan Takjil di Cibinong

Sabtu, 30 April 2022 | 14:57 WIB

Mabigus SDN Bangka 3 dan SDN Otista Dikukuhkan

Sabtu, 23 April 2022 | 05:15 WIB

Ade Yasin Lantik 1.324 Guru Honor menjadi PPPK

Kamis, 21 April 2022 | 05:22 WIB

MI Nurul Anwar Caringin Ambruk

Senin, 18 April 2022 | 10:20 WIB

Pemkab Bogor Siapkan Pembangunan SMPN 3 Kemang

Senin, 18 April 2022 | 10:07 WIB

Bima Arya Apresiasi Gerakan Kolekte Sampah

Minggu, 6 Maret 2022 | 19:24 WIB

Tujuh Langkah Penataan Simpang Ciawi

Minggu, 6 Maret 2022 | 17:50 WIB

Kabupaten Bogor Pilot Project Jabar Optimis Juara

Minggu, 27 Februari 2022 | 20:01 WIB

Kota Bogor Siap Jadi Tuan Rumah Festival HAM 2022

Kamis, 24 Februari 2022 | 23:33 WIB

Terpopuler

X