• Selasa, 21 September 2021

Memudarnya Pesona Timun Suri Di Masa Pandemi

- Rabu, 21 April 2021 | 19:35 WIB
TIMUN1
TIMUN1

HARIAN SEDERHANA, DEPOK – Pada bulan Ramadhan banyak cara dilakukan oleh kaum muslim untuk menambah semangat dalam berbuka puasa. Salah satunya dengan menyajikan varian jenis minuman sebagai tambahan menu santap berbuka, memberi campuran berbagai macam buah sebagai isinya. Dari semua jenis buah di pasar, yang selalu diincar masyarakat pada bulan Ramadhan ini adalah timun suri.

Menu olahan dari buah berwarna kuning dan berbentuk lonjong ini pada tahun-tahun lalu selalu menjadi incaran, maka tak heran di setiap Ramadhan, timun suri selalu menjadi menu idola saat berbuka puasa.

Namun seiring berjalannya waktu, pesona timun suri sebagai menu andalan berbuka puasa mulai memudar. Banyak pedagang yang mengaku omzet penjualan buah lonjong berwarna kuning tersebut semakin menurun. Kalah oleh pesona buah lain yang muncul belakangan, seperti blewah dan buah naga.

Agus (68) salah satu pedagang dan pengurus kebun timun suri yang melapak di kawasan perumahan Bumi Pancoran Mas, Mampang, Pancoran Mas Kota Depok, Rabu (21/4/2021) sore mengaku hanya bisa menjual lebih dari 25 buah per harinya.

“Dulu sih ramai sekali mas bisa sampai 100an buah perhari, cuma setelah masa pandemi ini 2 kali Ramadhan penjualan menurun. Disamping itu setelah muncul varian buah untuk dibuat es seperti blewah dan buah naga, membuat timun suri turun peminatnya,” ungkap Agus kepada hariansederhana.com.

-
Disamping membeli timun suri, pembeli juga bisa ber swa foto di kebun Timun suri.

Agus mengatakan bersyukur masih bisa menjual 20an buah perharinya. Timun suri yang dijualnya diberi harga bervariasi dimulai dengan harga 10.000 hingga 25.000 per buahnya tergantung dari ukuran besar kecilnya buah.

“Kalo yang kecil-kecil saya jualnya 10ribu sedang yang besar saya jual antara 20-25rb. Alhamdulillah mas sesepi sepinya dagang, masih bisa menjual 20 buah perhari, cukuplah buat makan keluarga dan beli pupuk”, ungkapnya dengan semangat.

Sementara seorang pembeli timun suri, Ita (45) mengaku senang mengkonsumsi buah timun suri saat Ramadhan Karena membuat segar. Harganya pun terjangkau dan bisa dikonsumsi satu keluarga.

“Biasanya kita bikin cocktail timun suri dan sirup cocopandan, harganya pun murah,” katanya.

Terlepas dari berkurangnya jumlah pembeli, buah yang berbentuk lonjong dengan warna hijau kekuningan ini, tetaplah menjadi buah yang menjadi idola masyarakat terutama saat Ramadhan. Buah dengan tekstur yang lembut juga mengandung banyak air, membuatnya sangat cocok untuk menjadi bahan olahan takjil seperti es buah. Meski dinamakan timun ternyata timun suri tidak termasuk keluarga mentimun, melainkan lebih dekat ke keluarga labu-labuan seperti buah melon.

Selain bisa enak saat disantap, timun suri juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Buah ini memuat beragam nutrisi seperti asam linoleat, vitamin A, vitami C, kalium, potasium, dan magnesium yang tinggi sehingga penuh manfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Editor: Slamet

Tags

Terkini

Pembelinya Berkurang, Harga Sepeda Mulai Merosot

Senin, 14 Juni 2021 | 23:43 WIB
X