• Rabu, 26 Januari 2022

365 Siswa dan Guru di Kota Depok Ikuti Swab saat PTMT, Hasilnya Semua Negatif

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:33 WIB
Para siswa di Kota Depok mengikuti tahapan swab antigen saat peneraoan PTMT.  (Dok.Diskominfo Kota Depok)
Para siswa di Kota Depok mengikuti tahapan swab antigen saat peneraoan PTMT. (Dok.Diskominfo Kota Depok)

HarianSederhana.com, Depok - Sebanyak 365 siswa dan guru di Kota Depok yang menjalani tes swab antigen secara acak, berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) menunjukkan hasil negatif, Senin 18 Oktober 2021.

Ratusan siswa dan guru yang ikut tes swab tersebut tersebar di 11 satuan pendidikan se-Kota Depok. Ada pun ke 11 sekolah tersebut, yakni Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, SDN Kalibaru 3, SDN Sukmajaya 5, SDN Depok 1. Kemudian, SMPN 13 Depok, SMPN 14 Depok, SMKN 2 Depok, TK Aisyiyah Beji, SDN Curug 2, SMPN 17 Depok, dan SMPN 9 Depok.

Baca Juga: PTMT, Dinas Kesehatan Kota Depok Terbitkan Panduan Penerapan Prokes

“Alhamdulillah, hasil tes swab antigen acak yang dilakukan ke siswa dan guru Senin kemarin, semuanya negatif," ungkap Sekretaris Daerah Kota Depok, yang juga merupakan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, Supian Suri, Selasa 19 Oktober 2021).

Lebih lanjut Supian Suri mengatakan, pihak Dinkes Depok akan terus melakukan tes swab antigen secara acak ke sekolah yang mengadakan (PTM) terbatas. Sedikitnya 10 ribu siswa dan guru akan diswab untuk memastikan pemerataan pelaksanaan PTMT.

“Kami akan terus memonitor dan memastikan pelaksanaan PTMT berjalan aman, sehingga siswa dan guru di Depok sehat semua,” jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Kota Depok Izinkan Sekolah Laksanakan PTMT

Untuk diketahui, pelaksanaan PTMT di sekolah sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam Perwal tersebut juga mengatur prosedur PTMT di satuan pendidikan. Dimulai dari perihal kondisi kelas, pada masa transisi, satuan pendidikan jaga jarak paling sedikit 1,5 meter dan paling banyak 20 (dua puluh) peserta didik per kelas, dikecualikan bagi satuan pendidikan TK, Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), Satuan PAUD Sejenis (SPS) jaga jarak paling sedikit 1,5 meter dan paling banyak 10 peserta didik per kelas.

Sementara pada masa kebiasaan baru, satuan pendidikan jaga jarak paling sedikit 1,5 meter dan paling banyak 20 peserta didik per kelas. Dikecualikan bagi Satuan Pendidikan TK, Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), Satuan PAUD Sejenis (SPS) jaga jarak paling sedikit 1,5 meter dan paling banyak 10 peserta didik per kelas.

Baca Juga: Wali Kota Depok Kunjungi Simulasi PTMT SDN Bojongsari 01

Lalu, perihal jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka dengan pembagian rombongan belajar (shift). Pada masa transisi, dua hari pembelajaran tatap muka terbatas dengan durasi masing-masing dua jam (120 menit)/hari. Lalu, masa kebiasaan baru, dua hari pembelajaran tatap muka terbatas dengan durasi masing-masing dua jam (120 menit) /hari.***

Editor: Heru Sasongko

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IBH : Pilah Sampah dari Sumbernya

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:57 WIB

Imam Budi Hartono: Sampah Memiliki Nilai Ekonomis

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:52 WIB

Wali Kota Depok Sidak Prokes di ITC Depok

Minggu, 23 Januari 2022 | 20:39 WIB

Besok, Depok Tetap Jalankan PTM 100 Persen

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:57 WIB

Empat Sekolah jadi Klaster Omicron di Depok

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:07 WIB

DKUM Kota Depok Manfaatkan 1.000 Kios untuk UMKM

Rabu, 19 Januari 2022 | 07:56 WIB

Wali Kota Depok Kembali Ingatkan Perketat Prokes

Minggu, 16 Januari 2022 | 18:10 WIB

Ade Firmansyah Ajak Pemuda Ambil Peran dalam Politik

Minggu, 16 Januari 2022 | 16:38 WIB
X