• Rabu, 7 Desember 2022

Atta Halilintar, Pernah Berjualan Simcard Sebelum Menjadi King of YouTube

- Sabtu, 4 September 2021 | 07:15 WIB
Atta Halilintar. Foto : Istagram
Atta Halilintar. Foto : Istagram

HarianSederhana.com, SELEB - Atta Halilintar, putra pertama dari 11 persaudaraan Gen Halilintar sejak tahun 2019 hingga kini mendapat julukan King of YouTube dengan jumlah subscribe terbanyak se-Asia.

Selain menjadi YouTubers, Atta Halilintar adalah pebisnis yang sukses dan memang memiliki banyak sekali bisnis. Namun siapa sangka, Atta Halilintar bekerja keras seperti ini karena ia pernah merasakan bagaimana rasanya hidup susah.

Sejak usia 6 tahun, Atta Halilintar sudah mengelilingi 5 benua mengikuti orang tuanya keliling dunia sambil berbisnis. Tetapi di usia tersebut juga keluarga, Halilintar ini mengalami
kebangkrutan dalam bisnisnya hingga mengharuskan mereka untuk hijrah ke Malaysia.

Saking sulitnya dalam perekonomian, untuk naik bus saja Atta tidak memiliki uang. Hingga suatu hari, saat ia dan adiknya sedang naik bus dan mengambil tiket bekas orang, mereka harus pura-pura tidur agar tidak ketahuan.

Karena ingin membantu perekonomian keluarganya yang tengah terpuruk, Atta harus berjualan sandwich di sekolahnya. Dia juga membuat mainan untuk dijual di sekolahnya. Setelah uang terkumpul, ia membeli mainan di Indonesia untuk kembali dijual di Malaysia.

Selain itu keluarga Gen Halilintar pun pernah berjualan sim card walaupun untungnya hanya beberapa sen saja. Saat itu pula kedua orang tua Atta Halilintar berkeliling ke sekitaran rumahnya untuk menawarkan jasa pemasangan internet.

Mahalnya biaya hidup di Malaysia membuat keluarga atta halilinntar memutuskan untuk pindah kembali ke Indonesia dengan memesan tiket pesawat yang paling murah. Setelah sampai di Indonesia, orang tua Atta Halilintar memulai bisnisnya di bidang fashion dan sering membuka stand.

Atta dan adiknya Sohwa Halilintar mendapatkan tugas berjaga di stand tersebut lantaran orang tuanya harus mengurus bisnis yang lain.

Di usia 13 tahun, Atta menjual telepon genggamnya hingga mampu membuka konter handphone sendiri, dan untuk pertama kalinya Atta mendapat omset hingga Rp 1 miliar dalam sebulan.

Halaman:

Editor: Wahyu Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X