• Selasa, 24 Mei 2022

Siloam Hospitals Balikpapan Edukasikan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Wanita

- Kamis, 21 April 2022 | 18:00 WIB


HarianSederhana.com, Jakarta - Dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, Siloam Hospitals Balikpapan mengadakan sesi edukasi mengenai kesehatan reproduksi wanita. Edukasi ini disampaikan oleh dr. Noviana Indarti, Sp. OG (K), MH. di Lobby Siloam Hospitals Balikpapan dan juga disiarakan secara online melalui akun Instagram @siloambalikpapan, Kamis (21/4/2022).

Maraknya kasus pelecehan dan pemerkosaan yang terjadi di tengah masyarakat, salah satu penyebabnya dapat berupa kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. dr. Noviana selaku dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Siloam Hospitals Balikpapan menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi di mana tubuh wanita sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta dapat memahami organ dan fungsi reproduksinya.

Kesehatan reproduksi penting untuk disosialisasikan supaya dapat meningkatkan kesadaran wanita dalam mengatur fungsi dan proses reproduksi. Selain itu, edukasi ini diharapkan dapat membekali wanita tentang pengetahuan yang benar sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Cak Anton Arema Gabung ke Partai NasDem, Masuk Pengurus DPD Kota Depok

Supaya wanita dapat lebih mengenal diri sendiri, paparan dari dr. Noviana berfokus pada pemberian pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, pengenalan sistem dan alat reproduksi, pendewasaan dalam usia perkawinan, dan pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada wanita.

Tak hanya itu, bahaya narkoba dan penggunaan minuman keras dapat berpengaruh. “Biasanya penggunaan narkoba dan miras dapat membuat pikiran menjadi kacau, ya. Dari beberapa kasus yang ditangani, setelah (minum) miras, itu bisa saja melakukan hubungan seksual dan terjadi kehamilan di luar nikah,” tutur dr. Noviana.

Media sosial pun juga dapat memberikan dampak negatif dan misinformasi dalam hal mengenal sistem reproduksi, terutama bagi anak-anak di bawah umur. Maka dari itu, mengenal dan menjaga kesehatan reproduksi merupakan edukasi yang penting dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat.

Baca Juga: MI Nurul Anwar Caringin Ambruk

Jika tidak dijaga dengan baik, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berpengaruh pada organ reproduksi. Beberapa penyakit di antaranya, yaitu gonore dengan gejala rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah. Sifilis atau raja singa, penyakit menular seksual dengan gejala yang samar, salah satunya dapat diketahui jika terdapat luka lecet pada alat kelamin. Herpes kelamin yang ditandai dengan nyeri dan luka pada alat kelamin. Klamidia yang ditandai dengan keputihan berlebihan dan bercak darah.

Selain penyakit menular seksual tersebut, dr. Noviana juga menyebutkan beberapa penyakit lainnya, “Pastinya HIV dan AIDS, tumor, miom (tumor di rahim), kista, dan kanker serviks,” ucap dr. Noviana.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit menular seksual adalah dengan menghindari faktor risiko, seperti tidak melakukan aktivitas seksual dengan pasangan yang berbeda-beda, tidak menikah terlalu dini untuk menghindari ketidaksiapan tubuh dalam melakukan aktivitas seksual dan proses kehamilan. Vaksinasi dan pap smear juga perlu dilakukan untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim. Jika terdapat gejala sakit pada organ reproduksi dan berlangsung dalam waktu yang lama, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.***

Editor: Tim Harian Sederhana 02

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X