• Jumat, 22 Oktober 2021

Irjen Napoleon Bonaparte Geram M Kece Lakukan Penodaan Agama

- Senin, 20 September 2021 | 14:00 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte
Irjen Napoleon Bonaparte

HarianSederhana.com, Jakarta - Irjen Napoleon Bonaparte menyampaikan surat terbuka terkait kasus pemukulan terhadap tersangka kasus penodaan agama M Kece, Senin 20 September 2021.

Dalam surat terbuka itu, Irjen Napoleon mengungkan sejumlah alasan perbuatannya.

Napoleon mengaku dilahirkan dan dibesarkan dalam ketaatan agama. Ia tidak terima jika ada pihak yang menghina agama Islam.

Baca Juga: Anies: Dunia Tercengang Indonesia Mampu Kendalikan Pandemi COVID-19

"Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin," tulis Napoleon dalam surat terbukanya.

Napoleon mengaku siap dihina siapapun, namun ia tidak terima jika ada pihak yang menghina agama.

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya," kata Napoleon.

Baca Juga: Cara Menjadi Hafiz di Tengah Kesibukan Ala Ustaz Hanan Attaki

Napoleon menilai tindakan yang dilakukan M Kece sangat membahayakan persatuan bangsa.

"Perbuatan Kace dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia," katanya.

Sebagaimana diketahui, Kosman alias M Kece ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Polri bersama Polda Bali di tempat persembunyiannya usai video penghinaan terhadap simbol agama viral di media sosial. Penangkapan itu berlangsung di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (24/8) pukul 19.30 WIB.

Baca Juga: Gangguan Internet Indihome dan Telkomsel Disebabkan Kabel Bawah Laut

Dalam kasus penodaan agama, M Kece, disangkakan dengan Pasal 28 ayat (2) dan junto Pasal 45 a ayat (2) dapat juga dijerat dengan peraturan lainnya yang relevan yakni Pasal 156 a KUHPidana tentang Penodaan Agama, ancaman hukuman enam tahun penjara.

Sedangkan kasus Napoleon Bonaparte yaitu terkait red notice Djoko Tjandra. Keduanya sama-sama ditahan di rutan Bareskrim Polri. ***

Editor: Mohammad Z

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketum PBNU Sebut Orang NU Jarang Kaya

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:03 WIB

Polri Amankan 45 Tersangka Pinjol

Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:44 WIB

Aksi Mahasiwa: 7 Tahun Jokowi Khianati Rakyat

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:47 WIB

Ini Makna Filosofi Logo Hari Santri Tahun 2021

Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:36 WIB

Hari Ini 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:37 WIB

Lindungi Datamu di Dunia Digital

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:29 WIB

Ayo Dukung Gerakan Internet Sehat

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:19 WIB
X