• Minggu, 5 Desember 2021

Jokowi Minta Indonesia tak Lagi Impor Baja, Hemat Rp 29 Triliun

- Selasa, 21 September 2021 | 13:00 WIB
Presiden Jokowi meresmikan Hot Strip Mill 2, milik PT Krakatau Steel (Tbk). (Biro Pers Sekretariat Presiden) (Mohammad Z)
Presiden Jokowi meresmikan Hot Strip Mill 2, milik PT Krakatau Steel (Tbk). (Biro Pers Sekretariat Presiden) (Mohammad Z)

HarianSederhana.com, Cilegon - Presiden Jokowi berharap beroperasinya pabrik Hot Strip Mill 2 milik Krakatau Steel dapat memenuhi kebutuhan baja dalam negeri.

Dengan demikian Jokowi menyebut tidak diperlukan lagi impor baja.

"Jadi tidak ada lagi impor-impor yang kita lakukan, sehingga sekali lagi akan menekan angka impor baja negara kita yang saat ini berada pada peringkat kedua komoditas impor Indonesia, sehingga kita harapkan bisa menghemat devisa Rp29 triliun per tahun ini angka yang sangat besar sekali," kata Jokowi saat meresmikan pabrik Hot Strip Mill 2, milik PT Krakatau Steel (Tbk), Selasa 21 September 2021.

Baca Juga: NASA Kirim Robot Penjelajah Es ke Bulan

Jokowi menyebut pabrik tersebut punya kapasitas produksi Hot Rolled Coil (HRC) sebesar 1,5 juta ton per tahun. Bahkan bisa mencapai 4 juta ton per tahun.

Jokowi juga berpesan agar kualitas produksi baja yang dihasilkan pabrik tersebut tidak kalah dengan kualitas produk impor.

"Agar bisa memenuhi kebutuhan dunia industri kita di negara kita dan saya yakin akan menjadi komoditas yang mampu bersaing di komoditas regional dan global," ujar Jokowi.

Baca Juga: KPK: 19 Ribu LHKPN Penyelenggara Negara belum Lengkap

Jokowi juga meminta agar para menteri juga terus mendukung para pelaku industri baja dan besi.

"Mendukung BUMN kita agar menjadi profesional dan terus menguntungkan untuk mewujudkan klaster baja 10 juta ton di Cilegon ini yang ditargetkan terealisasi pada 2025," pinta Jokowi.

Sebagai informasi, pabrik tersebut dibangun dengan investasi mencapai 521 juta dolar AS atau setara Rp 7,5 triliun dan mulai dibangun sejak 2016 konsorsium bersama SMS Group Jerman dan PT Krakatau Engineering.

Baca Juga: Anggaran Pembebasan Jalan R3 Sebesar Rp37 Miliar Dicoret

Salah satu jenis produk yang menjadi keistimewaan pabrik baru ini adalah HRC untuk kebutuhan otomotif yaitu mampu menghasilkan ketebalan HRC dengan rentang 1,4 mm hingga 16 mm serta lebar mulai dari 600 mm hingga 1.650 mm.

Melalui pabrik HSM 2, kapasitas produksi HRC Krakatau Steel bertambah menjadi 3,9 juta ton per tahun sehingga dapat menekan impor HRC yang mencapai 0,9 - 1,9 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan baja HRC/plate nasional mencapai 4,8 - 5,3 juta ton per tahun. *** 

Editor: Mohammad Z

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI: Terorisme dan Bunuh Diri Haram

Senin, 22 November 2021 | 22:54 WIB

Kilang Minyak Pertamina di Clacap Kembali Terbakar

Minggu, 14 November 2021 | 00:39 WIB

Nadiem Bos Gojek Kaget Dituduh Legalkan Seks Bebas

Kamis, 11 November 2021 | 10:59 WIB

Said Didu Curigai Orang Kuat Dibalik Kasus Garuda

Rabu, 10 November 2021 | 21:13 WIB
X