• Rabu, 26 Januari 2022

Ada Perubahan, Pembentang Poster ke Jokowi di Papua Tidak Ditangkap

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:00 WIB
Jokowi saat memberi amplop berisi duit kepada PKL yang membentangkan poster di Papua. /Dok. Sekretariat Kabinet (Dok. Sekretariat Kabinet)
Jokowi saat memberi amplop berisi duit kepada PKL yang membentangkan poster di Papua. /Dok. Sekretariat Kabinet (Dok. Sekretariat Kabinet)

HarianSederhana.com, Jakarta - Di Papua, pembentang poster yang berisi keluhan ke Presiden Jokowi tidak ditangkap.

Bahkan Jokowi mengampiri 2 pedagang kaki lima (PKL) di Sorong, Papua Barat, yang membentangkan  poster di hadapannya.

Peristiwa pembentangan poster itu terjadi pada Senin, 4 Oktober 2021 ketika Jokowi berkunjung ke Sorong  untuk melakukan penanaman benih jagung dan meninjau pelaksanaan vaksinasi.

Baca Juga: Lagi, Polisi Amankan Warga Bentangkan Poster Saat Kunjungan Jokowi

PKL tersebut membentangkan poster bertuliskan  "Selamat datang Pak Jokowi, tolong perhatikan pedagang kaki lima".

"Pantas tadi (lihat) apa kok kayak demo-demo," kata Jokowi kepada PKL itu dalam video yang diunggah kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Jokowi lalu mengeluarkan sebuah amplop putih dari saku celananya sambil berkata, "Ya sudah, ini saya tambahin modal," ucapnya. "Terima kasih, pak," kata PKL itu.

PklBaca Juga: Relokasi PKL Blok B Pasar Kebon, Komisi I DPRD Kota Bogor Siap Ambil Langkah

Salah satu PKL bernama Juhari yang membentangkan  poster mengatakan, awalnya Jokowi bertanya soal berapa modal untuk berjualan dalam sehari.

"Kadang sejuta (rupiah), kadang dua juta (rupiah)," ujar Juhari.

Juhari mengatakan, dia dan PKL lain tahu Jokowi akan datang setelah melihat ramai polisi di jalanan.
Jokowi berada di Papua sejak Sabtu, 2 Oktober 2021 untuk membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jayapura.

Baca Juga: PB PON Luncurkan Aplikasi PONPapua untuk Streaming Siaran Pertandingan

Sebelumnya, warga yang membentangkan spanduk saat kunjungan Jokowi selalu ditangkap oleh aparat. Peristiwa itu terjadi di Blitar, Jawa Timur dan Solo, Jawa Tengah. 

Di Blitar, seorang peternak ditangkap aparat setelah membentangkan poster berisi tulisan,  "Pak Jokowi  bantu peternak beli jagung dengan harga wajar".

Penangkapan peternak di Blitar itu kemudian ramai dibicarakan di media sosial. Setelah ramai, Jokowi baru mengundang peternak bernama Suroto itu ke Istana Presiden dan memberi bantuan.

Baca Juga: Irma Nilai Aparat Lebay Kawal Jokowi

Penangkapan juga terjadi ketika Jokowi berkunjung ke kampus Universitas Sebelas Maret, Solo, pada 13 September 2021.

Menurut keterangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, penangkapan terhadap 10 mahasiswa itu terjadi setelah Presiden dan Wakil Presiden BEM se-UNS menyampaikan aspirasi kepada Jokowi dengan cara membentangkan poster.

Dalam sebuah foto dari BEM UNS, salah satu mahasiswa membentangkan poster bertuliskan, "Pak  Jokowi tolong benahi KPK".

Baca Juga: Istana Benarkan Jokowi Setujui 56 Pegawai KPK tak Lolos TWK jadi ASN Polri

Para mahasiswa yang ditangkap itu mengaku sempat mendapatkan perlakuan keras dari aparat sebelum akhirnya dibebaskan.***

Editor: Mohammad

Sumber: Youtube Sekretariat Presiden RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI: Terorisme dan Bunuh Diri Haram

Senin, 22 November 2021 | 22:54 WIB
X