• Minggu, 5 Desember 2021

Ayo Dukung Gerakan Internet Sehat

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:19 WIB
Ilustrasi Internet (Gambar oleh fancycrave1 dari Pixabay )
Ilustrasi Internet (Gambar oleh fancycrave1 dari Pixabay )

HarianSederhana.com, Jakarta - Rangkaian Program Literasi Digital internet “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 Oktober 2021 di Enrekang, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital internet di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Dakwah Ramah Perkuat Semangat Kebangsaan”.

Acara kali ini menghadirkan empat narasumber yang akan mengisi sesi webinar, di antaranya Alfida selaku dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prasetyo Darmawan Sumba selaku pemengaruh dan pegiat literasi sosial, Elia Nusantari Damopolli selaku CEO Belajar Daring Indonesia dan penyiar radio lokal, serta Arfandi Ibrahim selaku jurnalis dan pegiat sosmed internet.

Baca Juga: Gangguan Internet Indihome dan Telkomsel Disebabkan Kabel Bawah Laut

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, sesi pemaparan materi dimulai dengan narasumber pertama yaitu Alfida yang membawakan tema “Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif bagi Pemuka Agama”.

Alfida mengatakan bahwa pendakwah yang melalui khutbah, kitab, dan sosial media dapat disebut sebagai pendidik/penyuluh, pembina/pencerah, ataupun penjaga moral/etik. Adapun dampak dari konten negatif keagamaan yaitu timbulnya ancaman kemajemukan bangsa, timbulnya sekat-sekat dalam perilaku beragama, serta terbelahnya masyarakat beragama. “Padahal, tujuan dari konten berdakwah adalah personalisasi nilai, interaksi dengan cepat, bersifat menyenangkan, dan menumbuhkan sifat keberagaman,” katanya.

Selanjutnya, Prasetyo Darmawan Sumba selaku pemateri kedua membawakan tema “Bijak di Kolom Komentar”. Prasetyo menuturkan empat aspek yang tercantum dalam etika digital, yaitu kesadaran, integritas, kebajikan, dan tanggung jawab. Ia menganalogikan jejak digital sebagai sebuah kertas yang berisi tulisan lalu kertas tersebut diremas sekuat tenaga. Saat dibuka, kertas akan tetap berisi tulisan, namun dalam kondisi yang lecek. “Sama seperti dengan jejak digital yang kita tinggalkan saat berinternet,” ujarnya.

Baca Juga: Kerusakan dan Korban Gempa Bali Terbanyak di Wilayah Pegunungan

Pemateri ketiga, Elia Nusantari Damopolli, mengusung tema “Literasi Digital dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan”. Elia menjelaskan empat dasar budaya digital, di antaranya Pancasila, informasi, kebhinekaan, serta perilaku. Terkait perilaku, ia menyarankan untuk berpikiran terbuka, banyak belajar dari internet, memperkuat hubungan sosial, dan sering membaca untuk menambah ilmu. “Literasi digital untuk meningkatkan rasa cinta terhadap Indonesia,butuh kesadaran kita sebagai penerus bangsa,” katanya.

Halaman:

Editor: Mohammad Z

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI: Terorisme dan Bunuh Diri Haram

Senin, 22 November 2021 | 22:54 WIB

Kilang Minyak Pertamina di Clacap Kembali Terbakar

Minggu, 14 November 2021 | 00:39 WIB

Nadiem Bos Gojek Kaget Dituduh Legalkan Seks Bebas

Kamis, 11 November 2021 | 10:59 WIB

Said Didu Curigai Orang Kuat Dibalik Kasus Garuda

Rabu, 10 November 2021 | 21:13 WIB
X