• Minggu, 5 Desember 2021

Lindungi Datamu di Dunia Digital

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 17:29 WIB
ilustrasi dunia digital
ilustrasi dunia digital

HarianSederhana.com, Jakarta - Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 Oktober 2021 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Menghindari Pencurian Data”.

Program literasi digital kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari kreator konten digital, Yohana Djong; kreator konten sekaligus pendiri Bicara Project, Joddy Caprinata; former B2B partnership di LOKET, Hari Farisca; dan CEO PT Palapa Digital Elektronik Indonesia, Aly Hasny. Kegiatan kali ini diikuti oleh 328 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Baca Juga: Cara Dapat Tinta Gratis di Tapas, Aplikasi Baca Komik Digital di Android

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dibuka oleh Yohana Djong dengan tema “Kecakapan Digital: Pentingnya Mengetahui Seluk-Beluk Dunia Digital”.

Kelebihan informasi digital adalah menghemat waktu, tenaga, biaya, serta membuka peluang pasar lebih luas. Kekurangannya, rentan kejahatan digital, menjadi malas berkomunikasi dengan orang lain, dan adiksi media sosial. Adapun identitas digital merupakan kumpulan catatan digital yang mewakili seorang warga. “Ini berkaitan dengan bagaimana kita ingin dikenal di dunia maya,” katanya.

Berikutnya, Joddy Caprinata menyampaikan materi berjudul “Isu-isu Etika Digital dan Penggunaan Teknologi”. Jejak digital bisa berupa kegiatan mengirim pesan elektronik, mengunjungi laman situs, mengunggah konten, memasukkan data pribadi, dan aktivitas internet banking. Rekam jejak yang baik dapat menghindarkan kita dari di-banned dan terkena pidana UU ITE. “Tips dan triknya: lakukan saring sebelum sharing, lindungi informasi pribadi, lestarikan etika dalam bermedia sosial, dan lengkapi sistem ganda keamanan,” tutur Joddy.

Baca Juga: Kerusakan dan Korban Gempa Bali Terbanyak di Wilayah Pegunungan

Sebagai pemateri ketiga, Hari Farisca membawakan tema “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE terkait Perlindungan Data Pribadi: Digital Skills”. UU ITE diciptakan dengan tujuan memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum. Pasal dalam UU ITE yang sering dilanggar: pelanggaran hak cipta, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, muatan perjudian, hoaks, dan peretasan. “Cara cek data pribadi bocor atau tidak di internet, bisa lewat www.avast.com, haveibeenpwned.com, dehashed.com, dan monitor.firefox.com,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Mohammad Z

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI: Terorisme dan Bunuh Diri Haram

Senin, 22 November 2021 | 22:54 WIB

Kilang Minyak Pertamina di Clacap Kembali Terbakar

Minggu, 14 November 2021 | 00:39 WIB

Nadiem Bos Gojek Kaget Dituduh Legalkan Seks Bebas

Kamis, 11 November 2021 | 10:59 WIB

Said Didu Curigai Orang Kuat Dibalik Kasus Garuda

Rabu, 10 November 2021 | 21:13 WIB
X