• Minggu, 5 Desember 2021

Politikus Demokrat Heran Jokowi Paksakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- Senin, 18 Oktober 2021 | 11:32 WIB
Presiden Jokowi menaiki perahu nelayan Sungai Desa Tritih Kulon, Cilacap. (Mohammad Z)
Presiden Jokowi menaiki perahu nelayan Sungai Desa Tritih Kulon, Cilacap. (Mohammad Z)

HarianSederhana.com, Jakarta - Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menyoroti sikap Presiden Jokowi terkait sejumlah BUMN sakit.

Sebelumnya, Jokowi menyentil sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kondisi keuangan yang sakit.

Pasalnya, berkali-kali perusahaan pelat merah sakit tersebut justru mendapatkan suntikan modal atau penyertaan modal negara (PMN). Jokowi menilai pemberian suntikan PMN terhadap sejumlah BUMN  yang sakit tersebut justru terlalu enak.

Baca Juga: Sri Mulyani Berubah di Era Jokowi, tak Seperti Pada Masa SBY

Dia pun menegaskan Menteri BUMN Erick Thohir untuk tidak memberikan pendanaan bagi perusahaan dengan kondisi keuangan yang sekarat.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengancam akan membubarkan perusahaan yang tidak sehat, karena modal penyertaan yang diberikan kepada perseroan membuat visi negara untuk BUMN terlupakan.

Apalagi, visi negara untuk BUMN sudah jelas, yakni dapat mendunia dan bersaing secara global.
Menanggapi keheranan Jokowi terkait penyuntikan PMN untuk BUMN yang sakit tersebut, Syahrial Nasution pun mengaku lebih heran dengan Presiden.

Baca Juga: Hore! Depok Nihil Penambahan Kasus Baru Covid-19

Hal itu berkaitan dengan pemberian izin penggunaan APBN untuk membiayai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Saya lebih heran, kenapa proyek kereta cepat Jakarta Bandung harus dipaksakan menguras APBN? Dan yang kasih izin justru Presiden,” kata Syahrial Nasution, dikutip dari akun Twitter @syahrial_nst, Senin, 18 Oktober 2021.

Dia pun mempertanyakan mengapa proyek sakit juga mau enaknya mendapat suntikan modal dari APBN.
Padahal, APBN bertujuan untuk menyejahterakan rakyat, bukan menyejahterakan investor asing.

Baca Juga: Indonesia Putus 19 Tahun Puasa Gelar di Thomas Cup 2021

“Proyek sakit kok mau enaknya saja dapat suntikan modal negara. APBN bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, bukan mensejahterakan investor asing,” tutur Syahrial Nasution.***


Editor: Mohammad Z

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI: Terorisme dan Bunuh Diri Haram

Senin, 22 November 2021 | 22:54 WIB

Kilang Minyak Pertamina di Clacap Kembali Terbakar

Minggu, 14 November 2021 | 00:39 WIB

Nadiem Bos Gojek Kaget Dituduh Legalkan Seks Bebas

Kamis, 11 November 2021 | 10:59 WIB

Said Didu Curigai Orang Kuat Dibalik Kasus Garuda

Rabu, 10 November 2021 | 21:13 WIB
X