• Minggu, 5 Desember 2021

Yuk Kenali Cara Pencegahan dan Pengobatan Infeksi pada Jantung

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:13 WIB
Ilustrasi seseorang mengalami penyakit jantung. 4 gejala awal penyakit jantung menurut dr. Ema /Pixabay.com/Pexels (https://portaljember.pikiran-rakyat.com)
Ilustrasi seseorang mengalami penyakit jantung. 4 gejala awal penyakit jantung menurut dr. Ema /Pixabay.com/Pexels (https://portaljember.pikiran-rakyat.com)


HarianSederhana.com, Depok - Infeksi pada jantung (Endokarditis) adalah infeksi pada endokardium, yaitu lapisan bagian dalam jantung. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh masuknya bakteri ke aliran darah, yang kemudian menginfeksi bagian jantung yang rusak.

Resident Medical Officer RS Jantung Diagram Siloam Cinere, dr Frendy mengatakan secara umum, endokarditis tergolong jarang, tidak menyerang seseorang dengan jantung yang sehat. Akan tetapi, penyakit ini rentan terjadi pada individu dengan kondisi tertentu.

"Misalnya, pada jenis penyakit jantung tertentu, penderita penyakit jantung bawaan, penderita kardiomiopati, dan seseorang dengan katup jantung prostetik. Akan lebih baik jika diketahui memiliki endokarditis, harus segera ditangani karena dapat merusak katup jantung, dan memicu komplikasi yang berbahaya, " tutur dr. Frendy melalui platform zoommeting RS Jantung Diagram, Selasa (19/10/2021) di kota Cinere Depok.

Baca Juga: PTMT Masih Berlangsung, Ini Harapan Sekda Kota Depok

Gejala endokarditis bisa berkembang perlahan dalam hitungan minggu atau bulan (subacute endocarditis). Bisa juga terjadi secara mendadak dalam beberapa hari (acute endocarditis). Hal tersebut tergantung pada kuman penyebab infeksi, dan apakah penderita mengalami gangguan jantung.

Melanjutkkan edukasi bincang sehatnya, Frendy mengatakan, gejala Endokarditis berupa, nyeri dada yang timbul pada saat menarik napas, nyeri sendi otot, lemas karena kelelahan, keringat dingin, sesak napas, bengkak pada kaki atau perut.

"Gejala ini bisa dirasakan. Penanganan terbaik secara awal adalah mengadakan konsultasi, terutama melalui konsultasi bersama dokter spesialis yang ada di kami, RS Jantung Diagram Siloam Cinere", tutur Frendy.

Baca Juga: Cari Info Vaksinasi Jenis Pfizer Tanggal 21-22 Oktober 2021? Coba Cek di UPTD Puskesmas Pancoran Mas

Penanganan dengan urutan tindakan sebagai berikut ( tergantung kasus) :

Pemeriksaan fisik oleh dokter, Laboratorium dan kultur darah, Rontgen Thorax, EKG, USG jantung, CT Scan pun MRI.

Adapun kompilkasi yang sangat mungkin timbul pada penderita endokaritis antara lain: Kerusakan katup dan gagal jantung, Darah   'berbakteri' bila ke jaringan otak Stroke, Terbentuknya abses, Lalu kemudian pengobatannya yang juga tergantung kasus dapat berupa : Pemberian antibiotik intraverna dosis tinggi, Operasi jantung dan atau penggantian katup jantung.

Baca Juga: 365 Siswa dan Guru di Kota Depok Ikuti Swab saat PTMT, Hasilnya Semua Negatif

Diakhir sesi edukasi bincang sehat, dijelaskan pula penggantian katup jantung yang memiliki dua jenis yaitu katup jantung 'Biologis' yang terbuat dari katup jantung, sapi ,babi, atau manusia dan katup jantung 'Buatan' ( dengan gambar) atau disebut juga katup jantung mekanik terbuat dari karbon dan titanium..

Menutup Sesinya, dr Frendy menambahkan bahwasannya ada kerugian dan keuntungan terhadap penggunaan dua macam katup jantung seperti : Keuntungan pada katup Biologis, tidak perlu mengkonsumsi obat pengencer darah jangka panjang karena beresiko rendah pembekuan darah, Namun mempunyai kelemahan antara lain : Memiliki daya tahan yang lebih lemah 10-20 tahun saja yang artinya memerlukan tindakan operasi ulang bila katup biologis tersebut mulai "rusak" dan

"Keuntungan pada katub 'Mekanik" adalah daya tahan yang tentunya lebih kuat dan lama bahkan seumur hidup pasien, Namun beresiko terbentuknya pembekuan darah dan akan terus minum obat pengencer darah bahkan seumur hidup. Walaupun belum diketahui secara lebih dalam, Namun lakukanlah pencegahan Infeksi pada jantung dengan tindakan tindakan seperti : Perhatikan kesehatan gigi dan gusi serta mulut dengan kontriol setiap 6 bulan, " pungkas Frendy.

Baca Juga: Bima Arya : Pandemi Momentum Perbaikan Dunia Pendidikan

Hal lainnya adalah memastikan ( apabila ada) gigi palsu terpasang dengan normal, hindari penyalahgunaan jarum suntik, dan beberapa hal tentang kesehatan darah.***

Editor: Mohammad Z

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI: Terorisme dan Bunuh Diri Haram

Senin, 22 November 2021 | 22:54 WIB

Kilang Minyak Pertamina di Clacap Kembali Terbakar

Minggu, 14 November 2021 | 00:39 WIB

Nadiem Bos Gojek Kaget Dituduh Legalkan Seks Bebas

Kamis, 11 November 2021 | 10:59 WIB

Said Didu Curigai Orang Kuat Dibalik Kasus Garuda

Rabu, 10 November 2021 | 21:13 WIB
X