• Rabu, 26 Januari 2022

MUI Haramkan Kripto Sebagai Mata Uang, Berikut Penjelasannya

- Jumat, 12 November 2021 | 20:51 WIB
MUI Haramkan Uang Kripto atau Cryptocurrency sebagai Mata Uang dalam Forum Ijtima Ulama, Kamis (11/11). (Crypto Crow/Pexels)
MUI Haramkan Uang Kripto atau Cryptocurrency sebagai Mata Uang dalam Forum Ijtima Ulama, Kamis (11/11). (Crypto Crow/Pexels)

HarianSederhana.com, NASIONAL - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan haram penggunaan cryptocurrency atau kripto sebagai mata uang lewat keputusan Forum Ijtima Ulama, Kamis (11/11).

Ketua Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengungkapkan, ada beberapa alasan dibalik pengharaman kripto sebagai mata uang.

"Dari musyawarah yang sudah ditetapkan ada tiga diktum hukum, yang pertama penggunaan cryptocurrency (kripto) sebagai mata uang hukumnya haram karena gharar, dharar, dan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2019 dan peraturan BI nomor 17 tahun 2015" tutur Asrorun Niam Sholeh dalam Forum Ijtima Ulama.

Penting untuk diketahui, gharar sendiri memiliki arti adanya ketidakpastian atau ketidakjelasan dalam transaksi akibat.

Baca Juga: MUI Kritik Kemenag Geser Hari Libur Maulid Nabi

Qimar, yaitu pada akad taruhan permainan atau perlombaan, sedangkan dharar adalah transaksi yang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian, hingga mengakibatkan pemindahan hak kepemilikan secara batil.

Selain itu, alasan pengharaman tersebut dinilai tidak memenuhi syarat sil'ah secara syar'i, yaitu ada wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik, dan bisa diserahkan ke pembeli.

Sekedar informasi, selain membahas hukum mata uang kripto atau cryptocurrency, Forum Ijtima Ulama yang dimulai sejak Selasa (09/11) lalu dan ditutup pada Kamis (11/11), terdapat 12 poin bahasan.

Baca Juga: MUI Imbau Shaf Salat Berjamaah Kembali Dirapatkan

Halaman:

Editor: Wahyu Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI: Terorisme dan Bunuh Diri Haram

Senin, 22 November 2021 | 22:54 WIB
X