• Selasa, 24 Mei 2022

Dimensi Gelap Aksi 810 dan Upaya Polri Jaga Kamtibmas Dimasa Pandemi

- Senin, 19 Oktober 2020 | 14:18 WIB
Rizqi Fathul Hakim 1
Rizqi Fathul Hakim 1

HARIAN SEDERHANA - Demokrasi vs Covid-19, ditengah situasi bangsa yang sedang dihantam badai Pandemi Covid-19, DPR RI akhirnya mengesahkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) dalam Rapat Paripurna yang diselenggarakan pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu.

Pengesahan UU Ciptaker ini memicu gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia. Aksi Massa yang dimotori oleh Buruh, mahasiswa dan aktivis dari sejumlah elemen sosial ini pun massif di sejumlah Kota dan Kabupaten.

Sebagai negara demokrasi, Indonesia memberikan ruang besar bagi warga negara-nya untuk menyampaikan pendapat atau aspirasi di muka umum. Hal itu telah tercantum dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

Namun hal itu akan menjadi kontra produktif ketika aksi menyampaikan pendapat di muka umum tersebut berujung pada kekerasan dan merugikan banyak pihak.

Aksi menolak Omnibus Law UU Ciptaker yang terjadi pada tanggal 8 Oktober 2020 lalu menyisakan sejumlah persoalan. Aksi penolakan undang-undang tersebut diwarnai oleh sejumlah bentrokan dan pengrusakan sejumlah fasilitas umum di sejumlah daerah.

Pembakaran halte Transjakarta, pengrusakan gedung DPRD, bentrokan massa aksi dengan aparat Kepolisian dan TNI, adalah sejumlah laku destruktif yang tercatat selama berlangsungnya aksi.

Perilaku destruktif sebagian massa aksi tolak Omnibus Law tersebut secara de facto telah menodai budaya Demokrasi di Tanah Air. Perilaku sebagian massa aksi yang melampaui norma-norma kehidupan berbangsa dan bernegara telah menambah luka bangsa yang sedang berjuang melawan Covid-19.

Padahal jalur-jalur konstitusional masih terbuka lebar untuk diakses oleh sebagian publik yang kecewa dengan keputusan DPR RI ketika mengesahkan UU Ciptaker.

Semestinya, pilihan menempuh jalur konstitusi diambil demi mencegah hal-hal yang berpotensi menambah persoalan baru seperti kerusuhan. Vandalisme dan bertambahnya jumlah korban Covid-19 oleh mobilitas dan kerumunan massa aksi yang mengabaikan protokol kesehatan.

Polri vs Hoaks!

Bareskrim Polri telah mengamankan sejumlah aktifis yang diduga menjadi pemicu kerusuhan dalam aksi menolak Omnibus Law UU Ciptaker.

Dalam keterangan Bareskrim Polri, para tersangka diamankan bukan disebabkan oleh kritikan mereka atas Omnibus Law, namun mereka diduga memproduksi kabar bohong atau Hoax yang memicu kekerasan massa dan vandalisme di sejumlah daerah di tanah air.

Melihat hal ini tentu apa yang dikatakan Friedrich Nietzsche ada benarnya. Menurutnya, massa adalah klise orang besar; pembangkangan melawan orang besar; dan alat orang besar.

Dalam gerakan destruktif massa aksi, tentu terdapat otak massa yang bersembunyi di baliknya.
Diamankannya sejumlah sejumlah aktifis yang diduga kuat memproduksi dan menyebarkan Hoax ini sejatinya adalah upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selama Pandemi Covid-19 ini, masyarakat Indonesia tidak hanya terancam oleh ganasnya virus, namun juga berita bohong atau Hoax yang mencemaskan dan menakutkan warga negara.

Bahkan, tren penyebaran hoax cenderung meningkat. Dalam keterangan Kominfo RI, 1800 berita Hoax telah berhasil di-take down. Hal ini tentu sedikit banyaknya mampu mengurangi beban psikologis publik selama Pandemi.

Oleh: Rizqi Fathul Hakim, Ketua Umum PB Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (INSPIRA)

Editor: Slamet

Terkini

Depok, Dulu dan Sekarang

Rabu, 29 September 2021 | 05:51 WIB

Ramadan, Bulan Penuh Kemuliaan

Sabtu, 1 Mei 2021 | 20:09 WIB

Menuju "Jembatan Perubahan" Pers Depok

Selasa, 13 April 2021 | 10:24 WIB

Keistimewaan Bulan Rajab

Jumat, 5 Februari 2021 | 06:00 WIB

Semoga Pandemi Segera Berakhir

Selasa, 2 Februari 2021 | 06:00 WIB

Meminta Maaf Itu Keren

Selasa, 5 Januari 2021 | 07:00 WIB

Ketika Para Ayah Telah Kembali

Jumat, 18 Desember 2020 | 07:00 WIB

Semangat Hari Pahlawan

Selasa, 10 November 2020 | 07:00 WIB

Remaja Memerlukan Media Penyaluran

Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:49 WIB

Perjuangan Diiringi Doa

Jumat, 9 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Insha Allah PKS Lebih Berkah

Selasa, 6 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Peran Media Dalam Membangun Kota

Jumat, 18 September 2020 | 07:17 WIB

Terpopuler

X