• Selasa, 24 Mei 2022

Remaja Memerlukan Media Penyaluran

- Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:49 WIB
anak STM
anak STM

HARIAN SEDERHANA, MARGONDA - Ratusan pelajar diamankan ketika ikut demo menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Mereka berasal dari berbagai daerah. Setidaknya ada 800 pelajar yang diamankan saat ikut demo.

Menanggapi hal itu, Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta mengatakan, pada dasarnya pelajar itu ada pada masa remaja sehingga punya energi besar yang perlu penyaluran.

Dengan kondisi demikian, maka meraka memerkukan media penyalurah arah yang baik.

“Pada masa remaja ini, mereka memiliki konformitas yang tinggi pada kelompok karena adanya keinginan untuk diterima dalam kelompok,"katanya pada Selasa(20/10).

Sehingga cenderung mengikuti apa yang dilakukan kelompok tanpa mempertimbangkan benar salah atau resikonya.

Saat ada pimpinan dalam kelompok teman sebayanya maka remaja cenderung mengikuti mentah mentah.

Para pelajar itu akan ikut dengan kelompoknya walaupun mereka tidak tahu apa yang disuarakan. Karena jika tidak ikut maka mereka akan dijauhkan oleh kelompoknya.

“Jika tidak ikut mereka akan merasa ‘terkucilkan’, nggak asik, bahkan mungkin dibully oleh kawan-kawannya. Inilah yang mendorong mereka mengikuti apapun yang dilakukan oleh kelompoknya,” ucapnya.

Ditambah lagi, pada kondisi pandemi ini para pelajar merasa bosan dengan keadaan. Sehingga mereka mencari suasana lain dengan cara yang mereka mau.

“Pada masa pandemi juga ada faktor kejenuhan menghadapi situasi ini juga menjadi pendorong. Energi yang sudah lama tidak tersalurkan dimanfaatkan pada kegiatan ini,” tuturnya.

Shinta menuturkan, sebenarnya ini bukan fenomena yang baru. Dulu mungkin mereka terbiasa tersulut dengan tawuran antar remaja atau antar sekolah.

Untuk saat ini mereka ‘dimanfaatkan’ untuk kegiatan yang mirip (penyaluran energi agresif).

“‘Memegang’ salah satu yang dianggap mereka pimpinan saja cukup, karena dengan mudah apa yang dilakukannya akan diikuti oleh teman-teman sebayanya,” ungkapnya.

Secara psikologis, remaja itu lebih mudah melakukan sesuatu yang dilakukan bersama teman-temannya tanpa memikirkan lebih jauh konsekuensi dari tindakannya.

Keinginan untuk ‘diterima’ dalam kelompok sehingga memiliki kesamaan dalam rangka mencari jati dirinya.

“Sehingga ketika sesama teman sebaya ada yang tergerak, dengan mudah pula bisa mempengaruhi teman yang lain,” pungkasnya.

Editor: Slamet

Terkini

Depok, Dulu dan Sekarang

Rabu, 29 September 2021 | 05:51 WIB

Ramadan, Bulan Penuh Kemuliaan

Sabtu, 1 Mei 2021 | 20:09 WIB

Menuju "Jembatan Perubahan" Pers Depok

Selasa, 13 April 2021 | 10:24 WIB

Keistimewaan Bulan Rajab

Jumat, 5 Februari 2021 | 06:00 WIB

Semoga Pandemi Segera Berakhir

Selasa, 2 Februari 2021 | 06:00 WIB

Meminta Maaf Itu Keren

Selasa, 5 Januari 2021 | 07:00 WIB

Ketika Para Ayah Telah Kembali

Jumat, 18 Desember 2020 | 07:00 WIB

Semangat Hari Pahlawan

Selasa, 10 November 2020 | 07:00 WIB

Remaja Memerlukan Media Penyaluran

Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:49 WIB

Perjuangan Diiringi Doa

Jumat, 9 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Insha Allah PKS Lebih Berkah

Selasa, 6 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Peran Media Dalam Membangun Kota

Jumat, 18 September 2020 | 07:17 WIB

Terpopuler

X