• Senin, 23 Mei 2022

Kisah Inspiratif Hidayat: Berawal dari Sales, Kini Sukses Jadi Pengusaha Madu

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:32 WIB
Sri Hidayat atau Kang Dayat Bercerita Soal Pengalaman Usahanya Mulai dari Sales Hingga Jadi Pengusaha Sukses di Podcast Pulang Kerja Bersama Imam Budi Hartono. (Tangkapan Layar YouTube Channel Podcast Pulang Kerja Bersama Imam Budi Hartono)
Sri Hidayat atau Kang Dayat Bercerita Soal Pengalaman Usahanya Mulai dari Sales Hingga Jadi Pengusaha Sukses di Podcast Pulang Kerja Bersama Imam Budi Hartono. (Tangkapan Layar YouTube Channel Podcast Pulang Kerja Bersama Imam Budi Hartono)

HarianSederhana.com, SAUDAGAR - Podcast Pulang Kerja Bersama Imam Budi Hartono kembali menghadirkan sosok inspiratif yang kali ini menghadirkan Sri Hidayat atau akrab disapa Kang Dayat, pengusaha sukses di bidang madu kemasan dan curah dengan omset ratusan juta tiap bulannya.

Belajar dari pengalamannya, Kang Dayat ini sudah bersaing dengan pasar-pasar madu tingkat nasional, bahkan usaha madunya telah berhasil ia ekspor ke 3 negara. Salah satunya Malaysia yang sudah menjadi pelanggan setia produk madu Kang Dayat.

Namun dibalik kesuksesannya, ada kisah yang sangat menginspiratif untuk para pendengar setia Podcast Pulang Kerja Bersama Imam Budi Hartono di episode bersama Kang Dayat kali ini.

Sebelum berkarir dan menjadi pengusaha madu yang sukses dalam membangun CV Madu Apiari Mutiara, dengan latar belakang lulusan D3 IPB dan S1 Universitas Siliwangi Jurusan Pertanian, Kang Dayat memulai karirnya sebagai petani pupuk di suatu perusahaan pupuk perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga: Tak Mau Nganggur Lama, Indra Sudarmodjo Inisiasi Veranda Grape dan Menjadi ‘Pengangguran’

Namun, karena jauhnya tempat kerja mau tak mau membuatnya pisah dari keluarga. Akhirnya, ia pun terpaksa memutuskan mengundurkan diri dan memilih bekerja sebagai sales di suatu perusahaan madu.

Sebagai sales, ia ditugaskan untuk mengantarkan produk-produk madu dari perusahaannya dengan target 50 agen perbulannya. Kang Dayat mengaku, selama menjalankan tugasnya sebagai agen, ia selalu bersemangat. Sehingga, kurang dari waktu tiga bulan ia sudah mencapai target pemasaran.

Ketika memiliki waktu senggang ini, ia akhirnya mengikuti suatu pelatihan lebah yang diselenggarakan kampus almamaternya. Awalnya Kang Dayat dan kawan-kawan pelatihannya saat itu sempat merasakan kecewa ketika mengikuti pelatihan karena dirinya tidak mendapat uang sebagai modal usaha, melainkan lebah sebanyak 50 kotak.

Karena terlanjur basah, Kang Dayat akhirnya memutuskan untuk menekuni pelatihannya tersebut sambil bekerja sebagai sales.

Halaman:

Editor: Wahyu Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sahabat Ibuprenuer, BNI Dorong Peran Ibu dalam Ekonomi

Kamis, 23 Desember 2021 | 22:26 WIB

Hadirkan Weekend Banking, Kiat BNI Optimalkan GATF

Minggu, 12 Desember 2021 | 19:36 WIB

Koti Kopi Buka Cabang Kedua di Depok

Selasa, 23 November 2021 | 15:58 WIB

Terpopuler

X